Sabtu, 12 April 2014

Filosofi Ilmu Padi, Pohon Kelapa, dan Buah Kurma



(Refleksi Idul Fitri)[1]
Oleh: Muhammad Taufik

Filsafat adalah sebuah ilmu yang mencari makna dibalik makna, tidak hanya sekedar mencari makna yang tersurat, tapi lebih dari itu berusaha mencari makna yang tersirat. Semua itu berorientasi pada kesimpulan yang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya secara indra dan pengalaman (empirik), dan dapat dibuktikan dengan dalil-dalil logika yang rasional. Bila seorang yang berfikir filosofis artinya ia mencoba untuk mencapai tujuan tertinggi dari filsafat, yaitu kebijaksanaan (wisdom). Orang yang berpikir kritis dengan cara  filsafat juga merupakan refresentasi nilai-nilai filsafat yang cinta kepada kebijaksanaan, karena makna harfiah dari filsafat itu sendiri adalah cinta kebijaksanaan (philos=cinta, sophos=kebijaksanaan).[2] Agar kita bisa mencapai maqom (level) tersebut, maka diri kita, alam semesta dan segala isinya bisa menjadi media kita untuk mendulang ilmu pengetahuan dan merengkuh kebijaksanaan.
Sesuai dengan judul di atas penulis ingin membawa imajinasi kita untuk belajar pada ciptaan Sang Khalik (creator ex nihilo), yaitu Tuhan menciptakan sesuatu dari tidak ada menjadi ada. Karena itulah eksistensi manusia sebagai makhluk, yaitu berawal dan berakhir. Tidak seperti Tuhan, yang tidak berawal dan tidak berakhir. Semua itu melahirkan banyak pertanyaan yang muncul dalam pikiran manusia. Al-Qur’an sebagai pedoman hidup manusia (way of life) memberikan gambaran tersebut dalam ayatnya:
Q.S. Fathir: 27
óOs9r& ts? ¨br& ©!$# tAtRr& z`ÏB Ïä!$yJ¡¡9$# [ä!$tB $oYô_t÷zr'sù ¾ÏmÎ/ ;NºtyJrO $¸ÿÎ=tFøƒC $pkçXºuqø9r& 4 z`ÏBur ÉA$t6Éfø9$# 7Šyã` ÖÙÎ/ ֍ôJãmur ì#Î=tFøƒC $pkçXºuqø9r& Ü=ŠÎ/#{xîur ׊qß
Tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit lalu kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat.
1.      Ilmu Padi
Apa filosofi yang bisa kita mabil dari tanaman padi? Bila kita perhatikan secara empirik (pengamatan indrawi) padi itu semakin berisi, semakin ia merunduk. Tidak kita temukan ada batang  padi yang semakin berisi semakin kuat berdiri. Di sinilah letak pelajaran yang bisa ditimba, yaitu bahwa semakin kita pintar, semakin kaya, semakin tinggi jabatan, semakin terkenal janganlah kita menegakkan kepala dengan pongahnya untuk menyombongkan diri. Kita jangan merasa yang paling hebat dan sempurna.
Tetapi alangkah baiknya bila kita pintar, kaya, petinggi, populer tapi tetap rendah hati. Semakin kita hebat mestinya kita semakin tawadhu’, baik pada sesama manusia maupun di hadapan Allah. Kecerdasan tidak untuk membodohi orang lain. Jadilah orang  pintar tapi jangan minteri. Kekayaan tidak membuat kita serakah dan pelit, karena kita beranggapan bahwa kekayaan itu karena kita sendiri, dan selalu ingin menumpuk harta sebanyak-banyaknya dengan berbagai cara. Memiliki jabatan bukan untuk disalahgunakan, tetapi untuk kemaslahatan bersama. Terkenal tidaklah membuat kita lupa diri, tetapi tetap merendah dan merasa orang biasa, jauh dari sifat pongah dan sombong. Ingat ancaman Allah atas orang yang sombong dalam Q.S al-Baqarah: 206.
#sŒÎ)ur Ÿ@ŠÏ% ã&s! È,¨?$# ©!$# çmø?xs{r& äo¨Ïèø9$# ÉOøOM}$$Î/ 4 ¼çmç7ó¡yssù æL©èygy_ 4 }§ø¤Î6s9ur ߊ$ygÏJø9$#
Dan apabila dikatakan kepadanya: "Bertakwalah kepada Allah", bangkitlah kesombongannya yang menyebabkannya berbuat dosa. Maka cukuplah (balasannya) neraka jahannam. dan sungguh neraka Jahannam itu tempat tinggal yang seburuk-buruknya.
2.    Pohon Kelapa
Tahukah kita bahwa pohon kelapa adalah pohon yang banyak tumbuh di negeri beriklim tropis ini adalah sebuah pohon yang kuat, ramah, sabar dan tahu diri, serta banyak memberi manfaat kepada manusia? Coba perhatikan tipe dan karakter dari pohon kelapa:
a.    Pohon kelapa adalah pohon yang kuat, walau ia tinggi menjulang sering diterpa angin kencang, tapi tetap ia bisa bertahan tegak. Hal itu disebabkan akarnya kuat mencengkram di tanah.
b.    Pohon kelapa agar lekas berbuah dan mudah dipanjat ditoreh batangnya dengan golok. Dia tidak lantas mogok berbuah, tapi tetap berbuah dan bersabar.
c.    Nyiur  tetap melambai pada siapapun yang melihatnya, tak peduli orang itu suka padanya atau tidak, artinya ia ramah dan tidak sombong.
d.    Bila ada dua pohon kelapa yang saling berdekatan sama-sama tumbuh, maka salah satu biasanya mengalah dengan tumbuh menyamping, agar tidak saling mengganggu.
Pelajaran yang dapat kita ambil dari tipe pohon kelapa adalah:
a.    Jadilah kita manusia yang kuat dalam mencoba ujian dan cobaan dalam hidup. Jangan mudah putus asa dan menyalahkan nasib. Bila iman dan motivasi hidup kita kuat dan teguh menghujam laksana akar pohon kelapa maka apapun bisa kita hadapi. Allah sangat menyukai orang seperti itu sesuai dengan firmannya dalam Q.S. al-Ahqaf: 13-14
¨bÎ) tûïÏ%©!$# (#qä9$s% $oYš/z ª!$# §NèO (#qßJ»s)tFó$# Ÿxsù ì$öqyz óOÎgøŠn=tæ Ÿwur öNèd šcqçRtøts ÇÊÌÈ y7Í´¯»s9'ré& Ü=»ptõ¾r& Ïp¨Ypgø:$# tûïÏ$Î#»yz $pkŽÏù Lä!#ty_ $yJÎ/ (#qçR%x. tbqè=yJ÷ètƒ ÇÊÍÈ
 Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah", Kemudian mereka tetap istiqamah Maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka Itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang Telah mereka kerjakan.
b.    Walau batangnya ditoreh (disakiti), bahkan dikencingi sekalipun tidak membuat ia enggan berbuah dan dendam. Bila kita kita bisa menjadi orang yang sabar, pemaaf dan tidak pendendam alangkah indahnya dunia ini. Padahal Allah sangat mengapresiasi orang yang sabar dalam Q.S. Ali Imran: 200
$ygƒr'¯»tƒ šúïÏ%©!$# (#qãYtB#uä (#rçŽÉ9ô¹$# (#rãÎ/$|¹ur (#qäÜÎ/#uur (#qà)¨?$#ur ©!$# öNä3ª=yès9 šcqßsÎ=øÿè?
Hai orang-orang yang beriman, Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.
c.    Ramahlah selalu pada siapapun, baik kepada orang yang respek kepada kita maupun kepada orang yang memasang wajah antagonis kepada kita.
d.    Jadilah kita orang yang tahu diri, bukan orang yang lupa diri, yang lupa pada orang yang pernah berjasa, berperan dalam hidup kita. Hindarilah pameo: bagaikan kacang yang lupa pada kulitnya.
Lalu apa manfaat dari pohon kelapa? Ternyata pohon kelapa dari pucuk hingga batangnya banyak memberi manfaat bagi manusia. Daun pucuknya yang paling muda bisa dimakan, daun setengah tua bisa untuk ketupat, lidinya untuk sapu, tempurung-serabut-isi-airnya semua bermanfaat bagi kehidupan manusia. Sedangkan batangnya bisa untuk kayu bangunan (glugu) dll.
Sebaiknya kita meniru pohon kelapa ini yaitu menjadi orang yang bermanfaat bagi semua orang. Kehadiran kita ditunggu-tunggu dan dibutuhkan semua orang. Jangan kehadiran kita justru menyusahkan orang lain. Jadilah setiap ucapan dan perilaku kita bermanfaat bagi semua orang, hal ini sesuai dengan sabda Nabi dalam hadisnya:
Sebaik-baik manusia adalah orang yang memberi manfaat bagi manusia lainnya
3.    Buah Kurma
Sebagaimana kita ketahui bahwa tanaman kurma hanya banyak tumbuh di kawasan Timur Tengah. Tanaman kurma sudah ada sejak di zaman Nabi, ada bermacam-macam kurma, mulai dari harga yang paling murah hingga kurma Najwa yang paling mahal.
            Penulis di sini tidak membahas lika liku kurma, tetapi jadilah kita ibarat buah kurma. Filosofinya adalah: walau bentuknya hitam, keriput (tidak kencang), tapi rasanya manis dan banyak khasiatnya. Bila diibaratkan kita manusia yang menjalani hidup di dunia, mungkin tidak jauh-jauh dari tampilan kurma. Fisik kita sudah tidak sekuat dulu lagi, baut dan murnya mulai longgar, hingga mudah capek dan masuk angin. Kulit tidak kencang lagi, gigi sudah mulai banyak yang rontok, uban mulai tumbuh.
            Tapi apakah dengan tampilan seperti itu membuat kita merasa tidak berguna lagi? Jawabannya tentu tidak. Penampilan boleh tidak menarik lagi karena dimakan usia. Tapi eksistensinya tetap diharapkan orang lain. Kurma itu bentuk fisiknya boleh jelek, kempis dan keriput. Tapi rasanya tetap manis dan manfaatnya banyak. Kurma itu sekalipun manis, tapi aman dikonsumsi bagi pengidap diabetes karena kadar gulanya tidak membahayakan kesehatan tubuh, tidak seperti manisnya gula olahan dari tebu.
Walau kita sudah tua, mata sudah tidak setajam dulu, tetapi kita disenangi, dihormati dan digugu, karena kita membawa pencerahan kepada orang lain. Keberadaan kita menjadi tempat orang bertanya, meminta nasihat dan pertimbangan. Janganlah menjadi manusia yang sudah tua, jelek, miskin dan hanya menjadi beban orang lain dan tidak berguna.
Poin penting yang ingin penulis sampaikan adalah mari dalam suasana Idul Fitri ini kita mencari pencerahan dalam hidup, banyak belajar dari alam dan segala isinya untuk mempertebal kualitas iman dan memperbanyak kuantitas ibadah kita kepada Allah. Kita mesti ingat bahwa kesempatan yang ada dihadapan kita digunakan dengan sebaik-baik mungkin untuk menjadi hamba Allah yang saleh. Karena kesempatan hari ini tidak akan pernah kembali dan terulang pada hari esok.
Wa Allah ‘a’lam bi al-shawab


[1] Disampaikan dalam kultum pertemuan rutin Ikatan Kepala KUA Kecamatan se-Bantul di Tirta Tamansari, Bantul, Rabu, 7 September 2011.
[2] Filsafat berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata Philosophos, yang artinya ilmu yang mencintai kebijaksanaan dan menjunjung tinggi kebenaran. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar